Tips memilih sekolah lanjut (SMP)

PDF Print E-mail
Pusing tentuin pilihan buat sekolah lanjut? Coba tips di bawah ini dech;
Beberapa hal yang dapat di observasi langsung melalui survei dilapangan seperti :
  1. Sarana Fisik. Kadang kita melihat Sekolah mulai dari segi sarana fisik, tetapi belum tentu sekolah yang kita pilih itu sesuai dengan kurikulum yang kita inginkan, yang paling penting ruangan yang memadai dengan rasio siswa pada kelas yg bersangkutan, fasilitas kelas juga harus mendukung kurikulum yang ditawarkan, jangan lupa juga perhatikan bagaimana sekolah mengelola sarana tersebut seperti pemeliharaan, keamanan, kebersiha, kelayakan serta kesesuian denga tingkat intelektualitas anak dan visi pendidikan yang di tawarkan.
  2. Alat-alat permainan yang kita gunakan. Belajar sambil bermain diyakini merupakan metoda yang paling disukai dan efektif bagi anak-anak, karena masa anak-anak adalah masa bermain.
  3. Setting kelas. Sekolah menciptakan setting kelas yang fleksibel dan tidak membosankan, ruang kelas ditata agar anak betah seharian berada didalamnya, namun belajar dapat terhadi dimana saja, duduk dimeja diepan guru, duduk melingkar, dibawah pohon atau di kebun sekolah.
  4. Guru. Guru merupakan ujung tombak dalam pengajaran disekolah, darimana mereka asal dan seberapa besar minat mereka pada pendidikan dapat menjelaskan sedikitnya kualitas pendidikan yang akan dihasilkan.
  5. Alternative aktivitas yang ditawarkan. Kurikulum nasional menjadi acuan semua sekolah baik negeri maupun swasta, namun aktivitas yang ditawarkan sering kali berbeda, sekolah swasta menawarkan aktivitas yang khas dan tujuan yang khas pula.
  6. Kesiapan mengikuti kegiatan formal. sekolah-sekolah tertentu melakukam pemerikasaan dan evaluasi psikologi berkaitan denga kesiapan anak mengikuti pendidikan di sekolah dasar.
  7. Kemandirian. Kemandirian yang dituntut di sekolah berbeda dengan di rumah. Anak setidaknya dalam melakukan aktinitas self helf sehingga ia dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan sebayanya.
  8. Keterampilan sekolastik. Banyak sekolah yang mensyaratkan anak menguasai membaca dan menulis juga berhitung saat pertama masuk sekolah, sekolah lain mungkin hanya melihat batas minimal usia anak, sedang sekolah lain lebih toleran.
  9. Konsentrasi. Masalah konsentrasi sering terjadi biang keladi gangguan belajar anak disekolah, sehingga bila anak mengalami hambatan dalam konsentrasi, segeralah dan bekerja sama dengan pihak sekolah.
  10. Penyesuaian diri anak. penyesuaian diri berkembang sangat beragam, tapi paling dituntut di sekolah formal adalah kesiapan anak untuk mengikuti aturan dan disiplin di sekolah.

Selamat Melanjutkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s